Malam ini, lihatlah ke atas pada bulan yang penuh dan berwarna merah bata. Lalu, (jika kau ada disampingku) akan kuceritakan padamu tentang purnama yang juga berwarna merah bata terpantul sempurna di atas laut yang beriak pelan, membentuk jalanan setapak bercahaya yang aku sebut mangata. Indah sekali, andai kau melihatnya, kau harus melihatnya. Suara debur ombak, air yang gelap dengan kelip-kelip bintang yang gemerlap. Bahkan, kau bisa melihat dengan jelas galaksi bima sakti. (Andai kau ada di sini) Akan kulanjutkan ceritaku mengenai pucuk-pucuk pohon di deretan bukit dan kabut-kabut putih yang seumpama lukisan saat bermandikan cahaya bulan, kau pasti akan takjub. Aku belum selesai, angin yang menerpa wajahmu begitu sendu, seolah membawamu ke dimensi lain dari ruang waktu. Dan akan selalu mengingat itu, sama sepertiku.
Bulan di sini memang sama dengan bulan di sana, tapi mengapa rasanya berbeda?
Aku mungkin akan terus bercerita jika kau tidak kemana-kemana.
Comments
Post a Comment