Suatu masa di sudut ganglia.
Kok jam segini belum tidur? Iya, gak bisa tidur nih.
Gak bisa tidur apa gak mau tidur? Haha, tau aja.
Emangnya kenapa? Gak tau, males aja.
Kamu tau kan itu gak baik buat kesehatan? Taulah, trus gimana lagi. Eh tapi aku tidur cukup kok.
Kamu jadi kelelawar? Yah gitu deh, kelelawar diantara manusia 'normal'.
Kamu gak nyuci baju? Itu pertanyaan apaan..
Habis aku bingung mau nanya apa. Em, kita diskusi aja.
Eh kamu serius jam segini masih nyanggong depan laptop, gak takut gitu orang-orang pada mikir aneh-aneh? So what?? Itu pikiran mereka, bukan pikiran gue. Pikiran mereka gak akan ngebunuh kita, santai sob.
Tapi kan pikiran mempengaruhi perasaan, perasaan mempengaruhi sikap! Jadi maksudmu sikap mereka jadi 'beda' gitu? whateverlah ya, sikap mereka mau gimana ya urusan mereka. Silahkan bersikap semaumu asal gak ganggu aku aja. Ayolah, ngapain mikirin orang lain yang cuma mikir jelek tentang kita?!
Aku cuma pingin kamu hidup secara sosial. Hey, aku hidup secara sosial, tapi cuma sosial dalam pengertianku gak sama dengan sosial dalam pemahaman mereka. Aku hidup dengan jalanku, pilihanku, tindakanku semuanya ada alasannya. Kalau toh ada yang salah paham, sok tau, terlalu cepat mengambil kesimpulan atasku apa itu salahku? Mereka gak tau secara utuh tapi sudah nuduh-nuduh, lalu buat apa aku mendengarkan? Percuma.
Mereka yang kau maksud siapa? Mereka ya mereka, orang-orang sok tau yang terlalu cepat mengambil kesimpulan atas segala tindakanku, sikapku, kemarahanku. Mereka yang teriak-teriak seolah lebih tau aku dibanding diriku sendiri. Mereka yang menilai dari satu dua aspek, kau lihat sendirikan aku punya ribuan sisi yang tak semua orang tau. Jadi tolong jangan salahkan aku jika aku bertingkah sedikit berbeda dari para manusia 'normal'.
Tindakan terbaikmu adalah mengacuhkan mereka? Ya, sepatutnya mengacuhkan, seperlunya bersapa.
Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan? Aku ingin pergi ke tempat baru, memulai hidup baru, memulai hubungan sosial baru, mempelajari lingkungan baru, lingkungan yang penuh tantangan tentunya. Beruntunglah orang-orang yang diberi kesempatan menjelajahi setiap sudut dunia, semoga aku salah satunya.
Jadi lingkunganmu yang sekarang tidak menarik? Bukannya begitu, tapi aku sudah bosan. Aku telah menaklukkannya, aku ingin lingkungan baru yang lebih segar. Aku kadang muak dengan rutinitas yang membosankan.
Sebutkan satu saja tempat yang ingin kau kunjungi? Paris.
Karena kota romantis? Bukaannn, aku sama sekali gak mikir kalo Paris itu kota romantis. Entah kenapa aku pingin aja gitu liat menara Eiffel, ya mau romantis apa gak romantis sih gak masalah buatku. Sama seperti saat kamu jatuh cinta, terkadang kamu tidak pernah menemukan alasan yang paling tepat, tapi tetap saja hatimu berkata iya.
Aku tidak pernah jatuh cinta, aku kan logika. Sebenarnya pernah, mungkin saat itu kamu sedang mati suri.
Benarkah? Ya, benar.
Aku tidak bisa mengingatnya. Tidak usah diingat, kamu akan malas membongkar-bongkar masalalu.
Kau benar, masalalu ya masalalu tak usah kau pikirkan. Plis deh, bukan gue kali yang mikirin.
Sudah sangat larut, tidurlah. Good advice, ayo kita coba.
Comments
Post a Comment