Baiklah, bisa kita mulai lagi? Oke, eh sebentar, aku boleh bertanya sesuatu?
Apa? Kenapa kau terus bertanya padaku?
Jadi kau tak mengerti kenapa aku terus bertanya padamu? Belum, coba jelaskan.
Aku terus bertanya agar kau tidak gila, paham? Maksudnya?
Ingat, kau tak pernah bercerita kepada siapapun tentang hatimu. Kalau aku tidak bertanya kau mungkin akan bicara sendiri dan menjadi gila. Harusnya kau berterima kasih kepadaku! Oke, terima kasih.
Bagaimana harimu hari ini? Standart.
Apakah kau bertemu dengan cintamu? Cinta apa?
Aku ini hatimu, bukan otakmu! Ya, lalu?
Berbicalah dari hati ke hati, kita tidak sedang wawancara kerja! Aku tak pernah melakukannya.
Yang mana? Dua-duanya.
Bagaimana perasaanmu sekarang? Gak oke. Sudahlah, aku muak dengan pertanyaan-pertanyaanmu. Tau tidak, masih banyak masalah yang harus kuhadapi, yang jauh lebih penting dari masalah hati. Percakapan ini tak berguna.
Suatu saat nanti kau akan mencariku. Oke, bisa kau pergi sekarang? Kau sama sekali tak membantu.
Dan hati itu pun tidur kembali, tidur dalam mati suri.
Comments
Post a Comment